gkjwdinoyo@gmail.com (0341) 552305

TERASERING

18 January 2026 Renungan

Minggu, 18 Januari 2026

Bacaan : Yohanes 1 : 29 - 42

Pujian : KJ 61

“Aku telah melihat-Nya dan memberi kesaksian: Ia inilah Anak Allah.” (Ayat 34)

TERASERING

Terasering adalah sebuah sistem bercocok tanam yang dibuat bertingkat-tingkat untuk mengurangi kemiringan lereng. Fungsi dari tingkatan-tingkatan tersebut adalah sebagai penahan yang mencegah terjadinya erosi. Dengan adanya terasering ini maka kecepatan dan aliran air pada permukaan tanah dapat diperkecil, serapan air dalam tanah dapat meningkat dan memaksimalkan area tanam. Sistem terasering ini sangat baik diterapkan oleh petani yang ada di wilayah lereng pegunungan. Dengan sistem ini upaya untuk menjaga, memelihara, dan melestarikan alam dapat dilakukan dengan baik. Sebagaimana para petani di daerah lereng pegunungan mengenal wilayahnya dan mengenal sistem penamaman yang baik di daerahnya, bacaan kita saat ini menjelaskan Yohanes yang mengenal baik Yesus, Sang Anak Domba Allah. Yohanes mengenalkan sosok Yesus kepada orang banyak yang hadir pada saat ia sedang membaptis-Nya. Dalam kesaksiannya, Yohanes mengatakan, “Jikalau engkau melihat Roh itu turun ke atas seseorang dan tinggal di atas-Nya, Dialah yang akan membaptis dengan Roh Kudus. Aku telah melihat-Nya dan memberi kesaksian: Ia inilah Anak Allah.” (Ay. 33-34). Kesaksian Yohanes ini meneguhkan orang banyak waktu itu, bahwa dalam diri Yesuslah ada keselamatan. Dialah Sang Mesias yang dinantikan. Di bulan penciptaan saat ini kita juga diperkenalkan ada beragam cara yang dapat kita lakukan sebagai upaya untuk menjaga, memelihara, dan melestarikan alam lingkungan yang ada di sekitar kita. Tidak hanya sistem terasering saja, tetapi juga ada gerakan peduli lingkungan, daur ulang sampah, penggunaan pupuk kompos, pembinaan dan pelatihan kader lingkungan hidup. Baik jika hal ini dilakukan bersama menjadi sebuah gerakan yang dilakukan oleh seluruh warga jemaat. Maka seperti Yohanes yang mengenal dan memperkenalkan Yesus kepada khalayak umum sebagai Anak Domba Allah, Sang Juru Selamat, panggilan kita adalah mengenal lingkungan kita dan memperkenalkan upayaupaya untuk terus menjaga, memelihara dan melestarikan lingkungan di sekitar kita. Mari kita terus berjuang mengenal Tuhan lebih dekat, mengenal lingkungan kita dengan lebih baik. Mari kita bersaksi tentang karya kasih Tuhan Yesus melalui upaya kita mengenalkan cinta lingkungan kepada semua orang. Amin. [AR]. “Budaya cinta lingkungan dimulai dengan pengenalan dan kepedulian akan lingkungan.”